Jumat, 26 Desember 2008

gerakan anti gaptek

SAATNYA KULIAH

DENGAN MEDIA TEKHNOLOGI

Oleh Yudi Pramono




Gaptek, sebuah ungkapan singkatan kata yang memperhatinkan bagi seseorang yang merasa bahwa dirinya tergolong di dalamnya. Saat ini siapapun orangnya telah mengetahui computer merupakan sebuah media pendukung pembelajaran, apalagi seorang mahasiswa yang nota banenya adalah “Maha” sebuah tingkatan tertinggi di kalangan siswa. Apabila seorang mahasiswa tidak bisa mengoperasikan computer, sungguh tidak heran jika negara kita di anggap terbelakang atau bahkan kita merasa kampus kitalah yang terbelakang. Minimal tahu tentang MS Word, sudah di katakan lumayan daripada mahasiswa sama sekali tidak tahu atau tidak mengenal tombol enter yang ada di key bord computer.

Langkah yang benar di STAIN Pwt dengan mengadakan kuliah computer non SKS untuk menunjang mahasiswanya agar lebih paham tentang media pembelajaran melalui pengenalan computer. Hal ini dapat di jadiakan dasar mahasiswa untuk menerapkannya dalam pembuatan makalah, skripsi, atau tesis. Di kampus – kampus dimanapun banyak yang telah melakukan presentasi makalah mata kuliah dengan program power point. Dengan alasan menggunakan power point presentasi akan lebih mudah, praktis dan cepat dipahami, tetapi hal ini belum di terapkan di STAIN Pwt, entah kenapa alasanya, mungkin saja hal ini terjadi karena dosenya lebih gaptek dari mahasiswanya.tetapi yang di harapkan kampus ini tidak tertinggal akan media pembelajaran melalui tekhnologi.


Mungkin saja hal ini bisa menjadi latar belakang agar di kampus STAIN Pwt dilakukan “gerakan anti gaptek” dimana gerakan ini tidak hanya menyaring mahasiswa saja tetapi dosen pun terjaring dalam gerakan ini. Atau malah bahkan atasan – atasan di kampus di STAIN Pwt ternyata gagap juga tentang tekhnologi, jadi bagaimana mau pintar tentang computer atau teknologi semacamnya kalau mereka yang dia atas atau dosenya pun ternyata gaptek akan tekhnologi. Tapi tenang saja bagi mahasiswa yang tergolong di dalamnya, karena ternyata Wakil Presiden (Wapres) Muhammad Jusuf Kalla juga gagap tekhnologi (gaptek). Itu diakuinya dalam video conference pembukaan Konferensi Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi, beliau jika memegang Hp hanya bisa buat telpon dan sms selebihnya tidak tahu, apalagi masalah internet.

Tidak bisa di pungkiri kalau sekarang kualitas pendidikan berbanding lurus dengan biaya yang dikeluarkan, hal ini menjadi stigma bahwa yang pintaralah yang punya uang. Tetapi jangan pesimis kalau kita tahu tekhnologi semua bisa di atasi. Seperti apa yang terjadi sekarang adanya pembelajaran era digital, jika dulu bahkan sekarang pengajaran dilakukan dengan interaksi tatap muka tetapi saat ini sudah dapat di lakukan dengan via internet atau yang sering disebut kuliah jarak jauh, hal ini selain biaya lebih murah dimana kita hanya biaya akses juga ada kemudahan dan kepraktisan bila melakukanya. Banyak perguruan tinggi berkelas dunia yang kini membuka askses kuliah gratis melalui media online. Mulai dari tampilan video YouTube, hingga berbagai media interaktif, membuat kuliah serasa tak berbatas jarak ruang dan waktu lagi.
Satu inovasi lagi kini juga sedang disiapkan. Yakni, kuliah melalui telepon genggam alias ponsel. Pelopornya yaitu Cyber University di Jepang. Jika selama ini universitas tersebut hanya menyelenggarakan kuliah lewat internet, mereka kini mengembangkan kuliah melalui video streaming yang bisa diakses dengan ponsel. Dalam telepon akan muncul slide power point sebagai bahan kuliah yang diiringi dengan suara sang pengajar. Sangat praktis, meski kesannya jadi kurang nyaman.

Jadi dengan begitu sangat naïf jika seorang mahasiswa tidak bisa mengakses internet atau browsing menjelajah dunia internet sebagai media pembelajaran. Percuma jadi mahasisawa kalau google saja tidak tahu. Kalau mahasiswam, masalah pacaran saja tidak ada lawanya. Mbok ya malu sama pacarnya tidak bisa internetan hanya bisa buka FS “ Friend ster”. mungkin saja masih banyak mahasiswa yang bingung kalau urusan emel ( ”baca E-MAIL”) apalagi yang lagi ngetren saat ini FS.

Hal semacam itu mungkin saja terjadi karena mereka malas karena harus datang ke warnet. Jadi jangan sampai saja seorang mahasiswa baru pernah memegang computer apalagi ketika baru pernah memegang mause dia tarik - tarik bahkan Mousenya diangkat - angkat bagai kapal terbang. Bahkan mungkin ada juga mereka yang ikut bergerak ketika Kursor digerakkan.

`

Senin, 25 Februari 2008

problematika sosial

ketika seseorang bingung akan arti stasus sosial maka seseorang akan terjun ke wilayah sosialnya.
terjun hingga nenemukan arti sosialitas pada kehidupannya.